Showing posts with label Puisi. Show all posts

Aku rindu, tapi pada siapa ? ada masanya hati menjadi kosong, merapuh. tiba-tiba saja petal-petal kenangan masa lalu berlari-l...


Aku rindu, tapi pada siapa ?
ada masanya hati menjadi kosong, merapuh.
tiba-tiba saja petal-petal kenangan masa lalu berlari-lari di depan mata
seseorang yang pernah hadir sekelabat, malam ini  datang menyapa
dia bertanya "hei apa kabarmu"
aku tertunduk sepi "aku masih saja di sini" jawabku.
belum bisa melabuhkan hatiku di dermaga-dermaga baru
nyatanya ada banyak hal yang tidak bisa disembuhkan oleh waktu



Jakarta, 00.00, 1 agustus 2015.
by A_m

cinta dalam diam kau menatapku biasa nanar tanpa rasa senyummu begitu biasa hambar tanpa rasa cinta dalam diam kucoba ...




cinta dalam diam
kau menatapku biasa
nanar tanpa rasa
senyummu begitu biasa
hambar tanpa rasa

cinta dalam diam
kucoba tersenyum biasa
dirimu berlalu dengan biasa
hatiku kebas terasa
ada getaran yang tak kau rasa

cinta dalam diam
sungguh aku tak bisa biasa
menatapmu dengan biasa
bias-bias cinta bukan hal biasa
menyiksa bagi yang tak biasa


Cinta Dalam Diam
by
Platonik Ironik
_AM_

Biar cinta itu bermuara dengan sendirinya Kenapa tak pernah kau tambatkan perahumu di satu dermaga? Padahal kulihat, buka...





Biar cinta itu bermuara dengan sendirinya

Kenapa tak pernah kau tambatkan
perahumu di satu dermaga?
Padahal kulihat, bukan hanya satu
pelabuhan tenang yang mau menerima
kehadiran kapalmu!

Kalau dulu memang pernah ada
satu pelabuhan kecil, yang kemudian
harus kau lupakan,
mengapa tak kau cari pelabuhan lain,
yang akan memberikan rasa damai yang lebih?

Seandainya kau mau,
buka tirai di sanubarimu, dan kau akan tahu,
pelabuhan mana yang ingin kau singgahi untuk selamanya,
hingga pelabuhan itu jadi rumahmu,
rumah dan pelabuhan hatimu.

(Judul Puisi ” Pelabuhan ” karya Tyas Tatanka, kumpulan puisi 7 penyair serang)

Matanya berkaca-kaca ketika perempuan itu selesai membaca dan merenungi isi puisi itu. Dulu sekali perempuan itu telah pernah berharap pada seorang laki-laki yang dia yakin baik dan hanif, ada kilasan – kilasan di hatinya yang mengatakan bahwa mungkin dialah sosok yang selama ini dicari.. dialah sosok yang tepat untuk mengisi hari harinya kelak dalam bingkai pernikahan.
 Berawal dari sebuah pertemanan. Berdiskusi tentang segala hal, terutama masalah agama. Perempuan itu sedang berproses untuk mendalami agama Islam dengan lebih intens. Dan laki-laki itu, dia paham agama, aktif diorganisasi keislaman, dan masih banyak lagi hal – hal positif yang ada dalam diri lelaki itu. Sehingga kedekatan itu membawa semangat perempuan itu untuk terus menggali ilmu agama. dan mempraktekkannya dalam kesehariannya. Kedekatan itu berlanjut menjadi kedekatan yang intens, berbagi cerita, curahan hati, saling meminta saran, saling bertelepon dan bersms, yang akhirnya segala kehadirannya menjadikan suatu kebutuhan. Kesemuanya itu awalnya mengatasnamakan persahabatan.
 Suatu hari salah seorang sahabatnya bertanya “Adakah persahabatan yang murni antara laki-laki dan perempuan dewasa tanpa melibatkan hati dan perasaan terlebih bila sudah muncul rasa simpati, kagum dan kebutuhan untuk sering berinteraksi?”
Perempuan itu tertegun dan hanya bisa menjawab ” entahlah..” 
Sampai suatu hari, laki-laki itu pergi dan menghilang… Awalnya masih memberi kabar. Selebihnya hilang begitu saja. Dan perempuan itu masih berharap dan menunggu untuk suatu yang tak pasti. Karena memang tidak pernah ada komitmen yang lebih jauh diantara mereka berdua. Setiap dia mengenal sosok lelaki lainnya… Selalu dibandingkan dengan sosok laki-laki sahabatnya itu dan tentulah sosok laki-laki sahabatnya itu yang selalu lebih unggul dibanding yang lain. Dan perempuan itu tidak pernah lagi membuka hatinya untuk yang lain. Sampai suatu hari,..
Perempuan itu menyadari kesia-siaan yang dibuatnya. Ia berharap ke sesuatu yang tak pasti hanyalah akan membawa luka dihati… Bukankah banyak hal yang bermanfaat yang bisa dia lakukan untuk mengisi hidupnya kini…. Air mata nya jatuh perlahan dalam sujud panjangnya dikegelapan malam… Dia berjanji untuk tidak mengisi hari-harinya dengan kesia-siaan.
“Lalu bagaimana dengan sosok laki-laki itu ??” Perlahan saya bertanya padanya.
“Saya tidak akan menyalahkan siapa-siapa, yang salah hanyalah persepsi dan harapan yang terlalu berlebihan dari kedekatan itu, dan proses interaksi yang terlalu dekat sehingga timbul gejolak dihati…. Biarlah hal itu menjadi proses pembelajaran dan pendewasaan bagi saya untuk lebih hati – hati dalam menata hati dan melabuhkan hati,” ujarnya dengan diplomatis. Hingga saya menemukan perempuan itu kini benar-benar menepati janjinya.
Dunia perempuan itu kini adalah dunia penuh cinta dengan warna-warna jingga, tawa-tawa pelangi, pijar bintang dimata anak anak jalanan yang menjadi anak didiknya…. Cinta yang dialiri ketulusan tanpa pamrih dari sahabat-sahabat di komunitasnya yang menjadikan perempuan itu produktif dan bisa menghasilkan karya…cinta yang tidak pernah kenal surut dari kedua orang tua dan keluarganya… Dan yang paling hakiki adalah cinta nya pada Illahi yang selalu mengisi relung-relung hati..tempatnya bermunajat disaat suka dan duka… Indahnya hidup dikelilingi dengan cinta yang pasti.
Adakalanya kita begitu yakin bahwa kehadiran seseorang akan memberi sejuta makna bagi isi jiwa. Sehingga…. saat seseorang itu pun hilang begitu saja… Masih ada setangkup harapan agar dia kembali….Walaupun ada kata-katanya yang menyakitkan hati…. akan selalu ada beribu kata maaf untuknya…. Masih ada beribu penantian walau tak pasti… Masih ada segumpal keyakinan bahwa dialah jodoh yang dicari sehingga menutup pintu hati dan sanubari untuk yang lain. Sementara dia yang jauh disana mungkin sama sekali tak pernah memikirkannya. Haruskah mengorbankan diri demi hal yang sia-sia??
Masih ada sejuta asa…. Masih ada sejuta makna…..Masih ada pijar bintang dan mentari yang akan selalu bercahaya dilubuk jiwa dengan menjadi bermakna dan bermanfaat bagi sesama….
“Lalu… bagaimana dengan cinta yang dulu pernah ada??” tanya saya suatu hari.
Perempuan itu berujar, ” Biarkan cinta itu bermuara dengan sendirinya… disaat yang tepat… dengan seseorang yang tepat…. dan pilihan yang tepat……hanya dari Allah Swt. disaat dihalalkannya dua manusia untuk bersatu dalam ikatatan pernikahan yang barokah..”
Semoga saja akan demikian adanya…

Untuk seorang sahabat.yang tengah meniti masa transisi
dini@mipp.ntt.net.id
sumber : eramuslim

*Beberapa tahun yang lalu saya kebetulan pernah membaca artikel ini, dan entah kenapa tiba-tiba saja sepintas lalu teringat kembali. Saya ucapkan terimakasih buat penulisnya untuk tulisannya yang bermanfaat.


ini cerita tentang senja saat dulu kala, saat kaki kecil kita masih berlari di bawah hujan mengejar senyum senj...








ini cerita tentang senja
saat dulu kala, saat kaki kecil kita masih berlari di bawah hujan
mengejar senyum senja
berlari bersama di bawah kolong langit
bumi terasa begitu Indah
begitu lapang untuk hidup

senja selalu datang
kita terus tertawa menggelegar ke udara
menembus batas-batas awan menembus batas-batas mimpi
sampai adzan dari surau kampung memutus segalanya
kita berlari pulang meninggalkan jejak-jejak kaki di tanah lapang basah
dari kejauhan ibu-ibu berteriak menenteng kayu
memanggil kami setengah mengancam
kami berlari, puas tertawa lagi, mengukir janji dengan senja
esok akan datang lagi

tapi kenyataannya
senja itu adalah senja terakhir bersama kenangan
tak lagi ada kata esok
senja tak lagi menarik
kini bocah-bocah seumuranku dulu, bosan menatap senja
asyik bersama layar berkedip-kedip berbagai ukuran di depannya
tak  lagi ada cerita tentang kita
gemercik air sungai hilang sudah
irama jangkrik di pematang sawah punah bertahun-tahun yang lalu
nyanyian kodok kini terganti deru-deru mesin tiada henti
tidak  lagi ada derai tawa riang anak-anak desa

senja kini menangis
rindu menatap bocah-bocah berlari di pematang sawah
mengejar layang-layang putus
rindu mengintip bocah-bocah polos berjelumpitan di pinggir kali
bersalto ria dengan berbagai pose

senja pun pergi
kita terbangun bersama pengap
bersama kehidupan yang letih
bumi sungguh semakin menua
ibarat pohon dahan-dahannya mungkin tak lagi kuat
tak cukup kuat menanggung rakusnya manusia



Malang, 26 Maret 2014
 H-1 Menjelang Sidang Tugas Akhir
 (Tiba-tiba begitu merindukan masa kecil)





Dosakah yang datang dari hati Ketika tiba-tiba saja dia terkenang dalam diam Apa lagi yang harus dilakukan Lakunya ha...



Dosakah yang datang dari hati
Ketika tiba-tiba saja dia terkenang dalam diam
Apa lagi yang harus dilakukan
Lakunya hati bertindak sendiri
Manapaki tilas masa lalu nan indah
Menggiring bayang-bayang dia kembali duduk disampingku

Lelah.......
Sungguh sangat terasa melelahkan
Hadir dalam dimensi waktu yang berbeda
Cinta menyembunyikan wajah dosa dibalik keindahannya
Energi terserap habis 

Lelah......
Pantaskah seorang lelaki menangis
Bukan dosa masa lalu yang disesali
Tapi menangisi hati yang pernah merindu.

Lelah........
Cukupkan hati ini dengan cintaMu ya Rabb...
Jauhkan dari cinta-cinta yang lain selain cintaMu
Ijinkan aku mencintai dengan cintaMu
 Dan Ijinkan aku melupakan dengan cintaMu

Sudahlah cintamu bukan untukku Daun luruh, jatuh memagut sepi Rasaku terjebak dalam sentimental buta Berharap kepada yang t...





Sudahlah cintamu bukan untukku
Daun luruh, jatuh memagut sepi
Rasaku terjebak dalam sentimental buta
Berharap kepada yang tak pantas

Sudahlah cintamu bukan untukku
Biarkan kenangannya mengalir lembut
Meresap di dalam jiwa
Menyuguhkan usikan rindu

Sudahlah, cintamu bukan untukku
Matahari belum lagi tumbang
Janji di awal hari pupus sudah
Gugur sebelum senja

Sudahlah, cintamu bukan untukku
Sinarnya hanya berbinar sesaat
Bahkan purnama belum lagi temaram
Kini kenangan kita tak berjejak lagi

Sudahlah, cintamu bukan untukku
Aroma wangi sedap malam
Mencabik lerung-lerung hati
Sungguh cintamu haram palsu


Sembalun, Januari 2014
di kaki Gunung Rinjani
oleh
Asdar Munandar

Berhenti Sejenak ketika merasa benar-benar sendiri.. kadang kala ingin kembali mengulang waktu.. kadang kala ingin menan...



Berhenti Sejenak



ketika merasa benar-benar sendiri..
kadang kala ingin kembali mengulang waktu..
kadang kala ingin menangis dan memohon untuk ada disaat itu lagi.

ketika lelah menguasai hati..
ingin rasanya menyegerakan kehidupan
ingin rasanaya menutup mata dan tersesat didunia mimpi yang indah
maninggalkan kepenatan, kelelahan, dan kerisauan

hanya ingin dan hanya rasa
rentetan-rentetan kilas balik kehidupan
seakan mengingatkan telah terlalu banyak hal yang terlewatkan
berpacu dengan waktu dan semakin jauh dari yang terdekat

bisakah aku berhenti sesaat
hanya untuk melepas lelah
bisakah aku berhenti sejenak
disaat beban tak mampu lagi kupikul..
bisakah aku berhenti sejenak
hanya untuk menikmati senja yang sebentar lagi akan berlalu

dengarlah wahai angin
raga ini mungkin akan terlihat tegar dimata sang waktu
tapi segumpal hati hanyalah seonggok daging tanpa daya dalam dada



semurat-semurat jingga di senja hari
seakan menyadarkan diri ini dari suatu perjalanan panjang kehidupan
perjalan panjang yang akhirnya akan membawa kita kembali
dan akhirnya semua berlalu
seiring datangnya malam yang menutup hari yang panjang