Judul : Dua Sahara: Romansa Giza hingga Thursina Penulis : Owen Putra Penerbit : Kalil (Imprint PT Gramedia Pustaka Utama, Jaka...

Resensi Novel: Dua Sahara, Romansa Giza hingga Thursina




Judul : Dua Sahara: Romansa Giza hingga Thursina
Penulis : Owen Putra
Penerbit : Kalil (Imprint PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta)
Paperback, 292 pages
Published by Penerbit Kalil


Dulu sekali ketika pertamakali menginjakkan kaki di dunia pesantren, tujuan utamaku saat itu adalah melanjutkan SMA di Gontor dan setelahnya bisa Kuliah di Al Azhar Mesir. Mimpi-mimpi itu terus ku dekap selama bulan-bulan pertama di pesantren. Memotivasi ku menghafalkan kata demi kata mufrodat yang tidak gampang. Namun nyatanya manusia harus mengalami banyak hal dalam hidupnya, yang seringkali hal-hal itu justru kadang jauh dari apa-apa yang kita inginkan. Jangankan ke Gontor atau Al Azhar menyelesaikan pendidikanku di pondok saat itu saja saya tak mampu.

Membaca buku ini mengingatkanku pada hasrat masa kecilku itu, mondok dan melanjutkan pendidikan di Al Azhar. Saya rasa hasrat masa kecil kita tidak pernah benar-benar pergi, meski kita yakin sudah tidak mungkin menggapainya.  


Andai waktu itu saya bisa menyelesaikan studiku di pondok, mungkin saya sudah mejadi bagian dari kisah penulis. Menjadi junornya di Al Ashar.  Mungkin saya menjadi bagian dari rombongan mahasiswa Indonesia yang melakukan pendakian ke bukit Sinai seperti yang penulis ceritakan dalam bukunya atau menjadi bagian dari petualangannya mengunjungi makam raja-raja Mesir kuno, piramida di Giza.

Saya menyukai buku ini, meski ditulis dengan gaya bertutur yang sangat sederhana namun bagiku buku ini cukup mampu menghidupkan imajinasiku menjadi salah satu mahasiswa di perguruan tinggi Islam tertua ke dua di dunia itu. Owen mampu mendeskripsikan lika-liku kehidupan mahasiswa Al Azhar dengan cukup baik. Tak hanya itu Owen juga mampu menghadirkan suasana keseharian rakyat Mesir dalam bukunya, dia memberikan gambaran yang cukup detail mengenai kehidupan di negeri Cleopatra itu.

Saya jatuh suka pada buku sederhana ini. Saya membayangkan diriku hadir bersama penulis itu di sana, di Mesir negeri piramida, negeri para nabi. Saya ucapkan banyak terimakasih untuk penulis atas usaha yang tak biasa untuk menghadirkan buku ini.

Note:Tahun ini saya kembali mengikuti reading challenge di gooreads. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yang selalu menargetkan 30 eksemplar buku yang harus kubaca, tahun ini saya hanya menargetkan 20 Buku untuk kuselesaikan, mengingat kesibukan saya yang semakin menjadi-jadi. saya harap dengan target yang sedikit itu saya bisa menyelesaikan reading challengenya yang belum pernah terpenuhi selama ini.
Hingga kuartal ke dua saya baru mampu menyelesaikan 8 Buku dari 20 Buku yang harus diselesaikan. Beberapa diantaranya belum sempat kubikinkan resensi antara lain Islam dan Diabolisme Intelektual, The Gepgraphy of Faith karya Eric Weiner, Sisrkus Pohon kara Andrea Hirata, Originnya Dan Brown, Traveller's Wisdom dan Menyusuri Garis Bumi karya Clement Seteve

0 komentar: