hari ini seperti hari kemarin besok juga akan seperti hari ini lusa pun juga akan seperti hari ini... dan mungkin hari-hari berikutnya ...
episode kehidupan
besok juga akan seperti hari ini
lusa pun juga akan seperti hari ini...
dan mungkin hari-hari berikutnya juga tetap akan seperti hari ini
dan hari-hari yang lalau pun hanya seperti hari ini juga..
hari ini tertawa, menangis dan bersedih,
kemarin juga.....
beberapa hari yang lalau pun seperti itu.
esok dan seterusnya mungkin akan seperti itu juga
dalam episode kehidupan yang singkat
seakan hari bergulir hanya seperti itu saja
dilahirkan>anak-anak>dewasa>berkeluarga>meninggal
apakah sesingkat itu ?
seperti itukah tujuan penciptaan manusia ?
beberapa banyak warna yang mesti disisipkan dalam perjalan itu ?
episode kehidupan "meniti masa transisi"
Persahabatan tidak hanya mengisahkan kebersamaan tapi kdng juga bercerita ttng suatu perpisahan ... persahabatan bukan hanya ttng canda dan...
ikatan hati
persahabatan bukan hanya ttng canda dan tawa di balik itu persahabatan juga menorehkan kesedihan, amarah, rasa jengkel dan kekecewaan...
Tapi justru hal-hal itulah yang akan semakin menguatkan ikatan-ikatan persahbatan kita
selalu ada tempat dihati untuk persahabatan.., slamanya dan slamanya......
Akan selalu ada ikatan kuat yg menyatukan hati-hati kita...
Pertemuan dan perpisahan akan semakin menguatkan ikatan itu.,
Hingga akhir kelak..., insyaAllah... InsyaAllah... InsyaAllah....!!!!
Untuk sahabat2ku....
Terima kasih atas setiap waktu yg telah kita lewati bersama...
Trimakasih untk setiap detik2 kebersamaan yg berharga..
terima kasih untk segala2nya,...
Saya dengan sepenuh hati memohon maaf yg sedalam2nya untuk setiap kehilafan yg di sengaja dan yg tdk disengaja.., utk setiap kata dan laku yg menyakitkan.., dan untuk setiap tetes air mata dan kesedihan karenaku...
Mohon ridhonya
Dari sahabatmu
Asdar Munandar.
Berhenti Sejenak ketika merasa benar-benar sendiri.. kadang kala ingin kembali mengulang waktu.. kadang kala ingin menan...
BERHENTI SEJENAK
Taksi Yang Tak Pernah Kulupakan (Foto: taksi ) Cerita ini diadaptasikan dari cerita Kent Nerburn . Dua puluh tahun lal...
kisah menginspirasi
Taksi Yang Tak Pernah Kulupakan
(Foto: taksi)
Cerita ini diadaptasikan dari cerita Kent Nerburn.
Dua puluh tahun lalu, saya mengendarai taksi untuk mencari nafkah.
Ini adalah kehidupan seorang koboi, sebuah kehidupan bagi seseorang yang ingin tidak memiliki bos.
Apa yang saya tidak sadari adalah bahwa itu juga pelayanan.
Karena saya mengemudi di shift malam, taksi saya menjadi tempat pengakuan bergerak. Penumpang masuk, duduk di belakang saya, dan bercerita tentang kehidupan mereka. Saya bertemu orang yang hidupnya membuat saya kagum, dimuliakan, dan membuat saya tertawa dan menangis.
Tapi tak satu pun menyentuh saya lebih dari seorang wanita yang naik taksi saya pada suatu malam bulan Agustus.
Ketika saya tiba di 2:30 malam, gedung itu gelap kecuali lampu di jendela lantai dasar.
Dalam keadaan ini, banyak driver hanya akan membunyikan klakson sekali atau dua kali, tunggu sebentar, lalu pergi.
Tapi saya telah melihat terlalu banyak orang yang tergantung pada taksi sebagai sarana transportasi satu-satunya. Kecuali situasi berbau bahaya, saya selalu datangi pintu dan mengetuknya. Penumpang ini mungkin seseorang yang membutuhkan bantuan saya, saya beralasan untuk memberanikan diri saya sendiri.
Jadi saya berjalan ke pintu dan mengetuk. "Tunggu sebentar", jawab suara lemah lansia. Saya bisa mendengar sesuatu yang diseret di lantai.
Setelah jeda lama, pintu terbuka. Seorang wanita kecil umur 80 an itu berdiri di depan saya. Dia mengenakan gaun bermotif lama dan konde disematkan di rambutnya, seperti seseorang keluar dari sebuah film tahun 1940-an. Di sisinya ada koper nilon kecil. Apartemen tampak seolah tidak ada yang tinggal di dalamnya selama bertahun-tahun. Semua perabotan itu ditutup dengan sprei. Tidak ada jam di dinding, tidak ada pernak-pernik atau peralatan di counter. Di sudut ada sebuah kotak kardus yang penuh dengan foto dan barang pecah belah.
"Apakah Anda bisa membantu saya membawa tas saya ke mobil?" Katanya. Saya mengambil dan membawa koper ke taksi, kemudian kembali untuk membantu wanita itu. Dia meraih lengan saya dan kami berjalan perlahan-lahan menuju tepi jalan. Dia terus berterima kasih kepada saya untuk kebaikan saya.
"Tidak apa-apa", kataku. "Saya hanya mencoba memperlakukan penumpang saya seperti bagaimana ibu saya ingin diperlakukan."
"Oh, kau adalah anak yang baik", katanya. Ketika kita masuk ke dalam taksi, dia memberiku sebuah alamat, kemudian bertanya, "Bisakah Anda berkendara melalui pusat kota?"
"Ini bukan jalan terpendek," jawab saya cepat.
"Oh, saya tidak keberatan," katanya. "Saya tidak terburu-buru. Saya dalam perjalanan ke rumah perawatan."
Saya melihat ke kaca spion. Matanya berkaca-kaca.
"Saya tidak punya keluarga yang tersisa," lanjutnya. "Dokter bilang hidup saya tidak lama lagi."
Saya diam-diam mengulurkan tangan dan mematikan argometer. "Rute apa yang ingin Anda lewati?" Tanya saya.
Selama dua jam berikutnya, kami melewati kota. Dia menunjukkan gedung tempat dia pernah bekerja sebagai operator lift. Kami melewati lingkungan di mana dia dan suaminya pernah tinggal ketika mereka pengantin baru. Dia menyuruh saya berhenti di depan sebuah gudang mebel di mana dia pernah menari sewaktu gadis. Terkadang ia memintaku untuk memperlambat taksi di depan sebuah bangunan atau sudut tertentu dan dia akan duduk termenung menatap ke dalam kegelapan, tanpa berkata apa-apa.
Setelah matahari mulai terbit, tiba-tiba dia berkata, "Saya lelah. Mari kita pergi sekarang. "
Kami melaju dalam keheningan ke alamat yang telah diberikan padaku. Itu adalah bangunan rendah, seperti rumah peristirahatan kecil, dengan jalan yang lewat di bawah sebuah serambi. Dua petugas datang ke taksi segera setelah kami berhenti. Mereka cemas dan mengamati setiap gerakannya. Mereka pasti mengharapkan kedatangan dia. Saya membuka bagasi dan mengambil koper kecil dan membawanya ke pintu. Wanita itu sudah duduk di kursi roda.
"Berapa banyak harus kubayar?" Tanyanya sambil merogoh tasnya.
"Tidak," kataku.
"Anda harus mencari nafkah," jawabnya.
"Ada penumpang lain".
Hampir tanpa berpikir, saya membungkuk dan memberinya pelukan. Dia memegang erat-erat.
"Anda memberi seorang wanita tua sedikit kegembiraan," katanya. "Terima kasih."
Saya meremas tangannya, kemudian berjalan ke dalam cahaya redup pagi. Di belakang saya, pintu tertutup. Itu adalah suara penutup kehidupan.
Saya tidak menerima seorang penumpangpun setelah itu. Saya mengemudi tanpa tujuan, pikiran saya serasa kosong. Selama sisa hari itu, saya hampir tidak bisa bicara. Bagaimana jika wanita itu naik di taksi seorang sopir pemarah, atau orang yang tidak sabar untuk mengakhiri shift-nya? Bagaimana jika saya menolak untuk menerima dia, atau setelah membunyikan klakson sekali, kemudian pergi?
Pada tinjauan singkat, saya tidak berpikir bahwa saya telah melakukan sesuatu yang lebih penting dalam hidup saya.
Kita dikondisikan untuk berpikir bahwa kehidupan kita berputar di sekitar momen spesial. Tapi saat spesial seringkali terbungkus indah dalam ketidaksadaran kita akan apa yang orang lain anggap sebagai sesuatu yang biasa.
Posted by Kutipan Anda (@Kutipan_Anda)
menurutku ada tiga hal yg di butuhkan untuk sukse.. 1) big dream. yah kita harus memiliki cita-cita yag tinggi dan rasional pastinya.. apa...
sugesti mimpi
1) big dream.
yah kita harus memiliki cita-cita yag tinggi dan rasional pastinya..
apa yg akan kita raih bila bermimpi untuk mendapatkannya pun kita tidak berani melakukannya, semuanya berawal dari mimpi, dari mimpi inilah kita berusaha untuk mewujudkannya menjadi suatu kenyataan dan bermimpilah biarkan Allah mendekap setiap impianmu dan tunggilah apa yg akan terjadi selanjutnya....
2) posotif feeling
acording to my book i was readed that say bahwa hati penetu segalanya Alaah mengambulkan apa yg ada di hati kita bukan apa yg kita pikirkan, seperti misalkan bila kita menginginka sesuatu tapi dalam hati kita meragukan un tuk mendafatkan hal tersebut maka dengan sendirinya kita seakan berdoa untuk tidak diberikan apa yg kita harapkan itu, maka dari itu Allah mengabulkana apa yg di hati kita, karena menurut buku kekuatan hati berkisaran 88 % sedangkan otak hanya 12 %, dari sini kita mesti menarik kesimpulan untuk mendapatka sesuatu yg kita inginkan atau apa yg kita impikan kita hatus memiliki hati dan pikiran yg positif bahwa kita pasti akan mendapatkan apa yg kita inginkan tersebut...
3) doa orang tua
kadang kita terlupa untuk senantiasa mensinergikan apa yg kita iniginka dengan apa yg diinginklan orangtua padahal ridho Allah terletak pada ridho orang tua.
meskipun kita telah bermimpi dan telah berpositif feeling tapi tanpa ridho ornag tua mustahil untuk mendapatkan apa yg kita harapkan itu., m sering-sering lah untuk memohon didoakan sama orang tua kita....
emmak.. dahsyatnya doamu mak.....
saya kira dengan memiliki tiga hal tersebut kita sudah memiliki modal yg cukup untuk mebgarungi dunia ini apapun mimpi kita bagaimana pun mimpi itu yakinlah dan pasrakan semuianya pasti Allah mendekap mimpi-mimpi kita dan tunggulah sampai semuanya menjadi kenyataan.
big dreamer
ASDAR
Persahabatan tidak hanya mengisahkan kebersamaan tapi kdng juga bercerita ttng suatu perpisahan ... persahabatan bukan hanya ttng canda d...
perpisahan dan persahabatan
persahabatan bukan hanya ttng canda dan tawa di balik itu persahabatan juga menorehkan kesedihan, amarah, rasa jengkel dan kekecewaan...
Tapi justru hal-hal itulah yang akan semakin menguatkan ikatan-ikatan persahbatan kita
selalu ada tempat dihati untuk persahabatan.., slamanya dan slamanya......
Akan selalu ada ikatan kuat yg slalu menyatukan hati-hati kita...
Pertemuan dan perpisahan akan semakin menguatkan ikatan itu.,
Hingga akhir kelak..., insyaAllah... InsyaAllah... InsyaAllah....!!!!
Untuk sahabat2ku....
Terima kasih atas setiap waktu yg telah kita lewati bersama...
Trimakasih u/ setiap detik2 kebersamaan yg berharga..
Trimakasih u/ persabatan yg indah
terima kasih u/ segala2nya,...
malam sahabat.. malam ini teringat kalian malam ini sangat merindukan kalian malam ini ku ingin ada di saat itu lagi. kala masih denga...
masa-masa itu
malam ini teringat kalian
malam ini sangat merindukan kalian
malam ini ku ingin ada di saat itu lagi.
kala masih dengan seragam abu-abu
kala langkah masih seringan udara
kala tawa masih menngelagar hingga ke cakrwala
saat itu
saat itu
dan saat itu saat dimana kita menorehkan kisah indah kehidupan.
saat-saat masih tersunngih senyuman polos di wajah-wajah kita, ketika bertemu di pagi hari di gerbang sekolah.. bolos bersama, bermain bersama, berbincang tentang apa yang kira anggap menarik dan menyenangkan..
tapi kini sahabat
kudapati diriku dalam keletihan
dalam kerasnya perjuangan hidup
dalam realita nyata tentang kerasnya hari-hari yang di lauli untuk bertahan dari seleksi alam..
ku ingin bernyanyi dan berdendan seperti dulu lagi..
ku ingin ada kalina disini menguatkanku saat rasa ku semakin rapuh.
hilang..... seperti pagi ini semuanya seakan telah hilang dariku terbangun dengan dosa terbangun dengan kesedihan terbangun dengan kese...
cerita hari ini
seperti pagi ini semuanya seakan telah hilang dariku
terbangun dengan dosa
terbangun dengan kesedihan
terbangun dengan kesendirian
semuda itu dan akhirnya lenyapah
hanya sperti kertas kosong yang tak terisi catatan indah kehidupaku
isyarat-isyarat kehidupan telah banyak ditunjukkan kepadaku...
catata-catatan indah telah terhapus dari ingatan ini.
setiap mimpi yang terajut berakhir dengan kesedihan
seperti hari ini,
seperti hari kemarin
dan hari-hari yang telah terlalui
dan mungkin saja esok juga akan seperti hari ini
atau hari-hari yang akan datang masih akan tetap seperti hari ini juga














Follow Us
Were this world an endless plain, and by sailing eastward we could for ever reach new distances